Pengertian P3K secara lengkap,jelas dan singkat
pertolongan pertama yaitu orang yang pertama memberikan bantuan atau pertolongan pada orang yang terkena kecelakaan.
Alat-alat yang di perlukan dalam p3k yaitu kapas, obat betadin, kasa, plester.
kemudian kalau misalkan orang yang terkena kecelakaan itu terkena pendarahan pada anggota badannya usahakan orang yang pertama melakukan pertolongan harus memeriksa keadaan pasien terlebih dahulu dengan di periksa PLNBnya terlebih dahulu
Pengertian P3K adalah bantuan yang dilakukan dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke rujukan, sedangkan Pertolongan Pertama (PP) adalahpemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/ kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar, yaitu suatu tindakan perawatan yang didasarkan pada kaidah ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh orang awam khusus yang dilatih memberikan pertolongan pertama.
Bisa anda lihat perbedaan arti dari P3K dan PP? Tapi yang selalu muncul dalam benak seorang Fasilitator, pelatih atau instruktur PP mengungkap perbedaan antara P3K dengan PP adalah di dalam P3K terdapat kata Kecelakaan sehingga penekanan seorang Fasilitator PP bahwa P3K itu di pakai jika hanya terjadi kecelakaan, namun pemahaman masyarakat tentang P3K itu luas, bahkan mengartikan kata kecelakaan itu juga luas sekali. Arti kecelakaan adalah suatu kejadian diluar kemampuan manusia yang terjadi dalam sekejap yang dapat menyebabkan gangguan pada jasmani maupun rohani bahkan bisa menyebabkan kematian.
Sedangkan didalam PP ada kata ”Medis Dasar”, bahwa ilmu PP itu merupakan dasar-dasar kaidah ilmu kedokteran, sedangkan dalam masyarakat umum, untuk memahami secara mendalam makna kata P3K dan PP, sedang yang ada dalam benak masyarakat adalah bagaimana cara menolong orang yang butuh pertolongan, sedang saat ini banyak para pelatih PP yang dengan gencar-gencarnya mensosialisasikan materi PP dengan membedakan PP dengan P3K, bahkan kadang substansinya terlalu jauh dari apa yang diharapkan masyarakat.
Sebelum melakukan penyelamatan, kita harus yakin maksud dan tujuan dari P3K itu sendiri. pertolongan pertama adalah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang sakit secara mendadak atau orang yang mendapat kecelakaan, di jalan maupun di dalam rumah sebelum mendapat pertolongan oleh dokter atau tenaga medis yang berwenang.
I. Definisi P3K
Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Ini berarti pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan menimbulkan kematian.
II. TUJUAN P3K
Tujuan dari P3K adalah sebagai berikut:
Tujuan dari P3K adalah sebagai berikut:
a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
- Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban
- Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu
- Mencari dan mengatasi pendarahan
b. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
- Mengadakan diagnose
- Menangani korban dengan prioritas yang logis
- Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
c. Menunjang penyembuhan
- Mengurangi rasa sakit dan rasa takut
- Mencegah infeksi
- Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat
III. PRINSIP P3K
Beberapa prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa petugas P3K apabila menghadapi kejadian kecelakaan adalah sebagai berikut:
Beberapa prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa petugas P3K apabila menghadapi kejadian kecelakaan adalah sebagai berikut:
a. Bersikaplah tenang, jangan pernah panik. Anda diharapakan menjadi penolong bukan pembunuh atau menjadi korban selanjutnya (ditolong)
b. Gunakan mata dengan jeli, kuatkan hatimu karna anda harus tega melakukan tindakan yang membuat korban menjerit kesakitan untuk keselamatannya, lakukan gerakan dengan tangkas dan tepat tanpa menambah kerusakan.
c. Perhatikan keadaan sekitar kecelakaan, cara terjadinya kecelakaan, cuaca dll
d. Perhatikan keadaan penderita apakah pingsan, ada perdarahan dan luka, patah tulang, merasa sangat kesakitan dll
e. Periksa pernafasan korban. Kalau tidak bernafas, periksa dan bersihkan jalan nafas lalu berikan pernafasan bantuan (A, B = Airway, Breathing management)
f. Periksa nadi atau denyut jantung korban. Kalau jantung berhenti, lakukan pijat jantung luar. Kalau ada perdarahan berat segera hentikan (C = Circulatory management)
g. Apakah penderita Shock? Kalau shock cari dan atasi penyebabnya
h. Setelah A, B, dan C stabil, periksa ulang cedera penyebab atau penyerta. Kalau ada patah tulang lakukan pembidaian pada tulang yang patah, Jangan buru-buru memindahkan atau membawa ke klinik atau rumah sakit sebelum tulang yang patah dibidai.
i. Sementara memberikan pertolongan, anda juga harus menghubungi petugas medis atau rumah sakit terdekat.
b. Gunakan mata dengan jeli, kuatkan hatimu karna anda harus tega melakukan tindakan yang membuat korban menjerit kesakitan untuk keselamatannya, lakukan gerakan dengan tangkas dan tepat tanpa menambah kerusakan.
c. Perhatikan keadaan sekitar kecelakaan, cara terjadinya kecelakaan, cuaca dll
d. Perhatikan keadaan penderita apakah pingsan, ada perdarahan dan luka, patah tulang, merasa sangat kesakitan dll
e. Periksa pernafasan korban. Kalau tidak bernafas, periksa dan bersihkan jalan nafas lalu berikan pernafasan bantuan (A, B = Airway, Breathing management)
f. Periksa nadi atau denyut jantung korban. Kalau jantung berhenti, lakukan pijat jantung luar. Kalau ada perdarahan berat segera hentikan (C = Circulatory management)
g. Apakah penderita Shock? Kalau shock cari dan atasi penyebabnya
h. Setelah A, B, dan C stabil, periksa ulang cedera penyebab atau penyerta. Kalau ada patah tulang lakukan pembidaian pada tulang yang patah, Jangan buru-buru memindahkan atau membawa ke klinik atau rumah sakit sebelum tulang yang patah dibidai.
i. Sementara memberikan pertolongan, anda juga harus menghubungi petugas medis atau rumah sakit terdekat.
IV. PRIORITAS PERTOLONGAN
Ada beberapa prioritas utama yang harus dilakukan oleh penolong dalam menolong korban yaitu:
a. Henti napas
b. Henti jantung
c. Pendarahan berat
d. Shock
e. Ketidak sadaran
f. Pendaraahan ringan
g. Patah tulang atau cedera lain
Ada beberapa prioritas utama yang harus dilakukan oleh penolong dalam menolong korban yaitu:
a. Henti napas
b. Henti jantung
c. Pendarahan berat
d. Shock
e. Ketidak sadaran
f. Pendaraahan ringan
g. Patah tulang atau cedera lain
V. TINDAKAN PERTAMA SAAT MENEMUKAN KORBAN
a. Pastikan ABC korban telah stabil, kalau perlu lakukan RJP
b. Mengadakan diagnosa (mendapatkan informasi tentang keadaan korban)
1. Riwayat
Yaitu cerita tentang bagaimana insiden itu terjadi, bagaimana cedera atau penyakit yang didera. Tanyakan kepada korban bila sadar dan atau saksi mata.
2. Petunjuk luar
Semua petunjuk yang mungkin ada pada korban seperti catatan medis korban, obat-obatan yang dibawa korban
3. Keluhan
Adalah sesuatu yang dirasakan atau dialami atau dijelaskan oleh korban seperti mual, nyeri panas, dingin atau lemah. Hal itu harus ditanyakan dan dicocokkan dengan diagnose lainnya
4. Gejala
Adalah rincian dari pengamatan yang anda lihat, cium dan raba dalam suatu pemeriksaan korban (pemeriksaan dari ujung rambut sampai ujung kaki)
c. Melakukan pertolongan dan perawatan terhadap hasil diagnosa diatas sesuai dengan prioritas pertolongan.
a. Pastikan ABC korban telah stabil, kalau perlu lakukan RJP
b. Mengadakan diagnosa (mendapatkan informasi tentang keadaan korban)
1. Riwayat
Yaitu cerita tentang bagaimana insiden itu terjadi, bagaimana cedera atau penyakit yang didera. Tanyakan kepada korban bila sadar dan atau saksi mata.
2. Petunjuk luar
Semua petunjuk yang mungkin ada pada korban seperti catatan medis korban, obat-obatan yang dibawa korban
3. Keluhan
Adalah sesuatu yang dirasakan atau dialami atau dijelaskan oleh korban seperti mual, nyeri panas, dingin atau lemah. Hal itu harus ditanyakan dan dicocokkan dengan diagnose lainnya
4. Gejala
Adalah rincian dari pengamatan yang anda lihat, cium dan raba dalam suatu pemeriksaan korban (pemeriksaan dari ujung rambut sampai ujung kaki)
c. Melakukan pertolongan dan perawatan terhadap hasil diagnosa diatas sesuai dengan prioritas pertolongan.
VI. KELUHAN DAN GEJALA PENYAKIT ATAU DERITA
a. Keluhan yang mungkin diungkapkan korban:
Misalnya: nyeri, takut, panas, tidak dapat mendengar secara normal, hilang penginderaan, penginderaan abnormal, haus, mual, perih, mau pingsan, kaku, tidak sadar sebentar, lemah, gangguan daya ingat, pening, tulang terasa patah.
b. Gejala yang mungkin dilihat (ekspresi):
Misalnya: Cemas dan nyeri, gerakan dada abnormal, berkeringat, luka, pendarahan dari liang tubuh, bereaksi bila disentuh, bereaksi atas ucapan, lebam, warna kulit abnormal, kejang otot, bengkak deformitas (kelainan bentuk), benda asing, bekas suntikan, bekas gigitan, bekas muntahan, dll.
c. Gejala yang didapatkan dari perabaan:
Misalya: lembab, suhu tubuh abnormal, nyeri dan luka lunak bila disentuh, pembengkakan, deformitas (perubahan bentuk ke yang buruk), ujung-ujung tulang bergeser.
d. Gejala yang mungkin didengar:
Misalnya: napas bising atau sesak, rintihan, suara hisapan, bereaksi bila disentuh, reaksi atas ucapan.
e. Gejala yang mungkin dicium:
Misalnya: Aseton, alcohol, gas atau uap, asap atau terbakar.
a. Keluhan yang mungkin diungkapkan korban:
Misalnya: nyeri, takut, panas, tidak dapat mendengar secara normal, hilang penginderaan, penginderaan abnormal, haus, mual, perih, mau pingsan, kaku, tidak sadar sebentar, lemah, gangguan daya ingat, pening, tulang terasa patah.
b. Gejala yang mungkin dilihat (ekspresi):
Misalnya: Cemas dan nyeri, gerakan dada abnormal, berkeringat, luka, pendarahan dari liang tubuh, bereaksi bila disentuh, bereaksi atas ucapan, lebam, warna kulit abnormal, kejang otot, bengkak deformitas (kelainan bentuk), benda asing, bekas suntikan, bekas gigitan, bekas muntahan, dll.
c. Gejala yang didapatkan dari perabaan:
Misalya: lembab, suhu tubuh abnormal, nyeri dan luka lunak bila disentuh, pembengkakan, deformitas (perubahan bentuk ke yang buruk), ujung-ujung tulang bergeser.
d. Gejala yang mungkin didengar:
Misalnya: napas bising atau sesak, rintihan, suara hisapan, bereaksi bila disentuh, reaksi atas ucapan.
e. Gejala yang mungkin dicium:
Misalnya: Aseton, alcohol, gas atau uap, asap atau terbakar.
VII. TINDAKAN DAN PERAWATAN LANJUTAN
Tindakan dan perawatan lanjutan ini tergantung kepada penilaian anda terhadap kondisi korban, anda biasa:
a. Membawa korban ke tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat
b. Menghubungi rumah sakit atau pihak berwewenang
c. Mengatur evakuasi dan transportasi korban ke rumah sakit
d. Menghubungi keluarga korban
e. Mengijinkan korban pulang
Tindakan dan perawatan lanjutan ini tergantung kepada penilaian anda terhadap kondisi korban, anda biasa:
a. Membawa korban ke tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat
b. Menghubungi rumah sakit atau pihak berwewenang
c. Mengatur evakuasi dan transportasi korban ke rumah sakit
d. Menghubungi keluarga korban
e. Mengijinkan korban pulang
Kasti yang juga disebut dengan istilah gebokan masih termasuk dalam jenis olahraga bola di mana permainan olahraga ini dilakukan oleh 2 tim yang permainannya sepintas mirip seperti softball atau baseball. Bola tenislah yang digunakan dalam olahraga ini sebagai alat yang dipakai menembak lawan. Untuk mengenal lebih jauh tentang permainan bola kasti lengkap, berikut adalah ulasan teknik, peraturan hingga perlengkapan yang bisa diketahui.
Teknik Kasti
Seperti olahraga pada umumnya yang memiliki teknik, semacam teknik dasar permainan sepak bola, teknik dasar permainan bola basket, atau teknik dasar permainan bulu tangkis, ada teknik untuk bola kasti sendiri. Berikut ini adalah ulasan yang bisa diperhatikan.
- Teknik Melempar Bola
Bicara tentang teknik dasar, melempar bola adalah yang paling pertama untuk kita perlu tahu dan bahkan untuk dikuasai setiap pemain bola kasti. Teknik ini penting untuk dilakukan secara tepat oleh regu penjaga supaya dapat melempar dengan menargetkan pada bagian tubuh tim pemukul.
- Lemparan Bola Mendatar
Untuk melakukan lemparan bola dengan teknik mendatar, pemain cukup memegang bola kasti menggunakan tangan kanan. Arahkan pandangan ke target lemparan dan posisikan tubuh secara tegak sebelum kemudian bola bisa dilemparkan dengan arah mendatar. Latihan seperti ini perlu untuk diulang sampai beberapa kali agar dapat melempar dengan baik dan tepat nantinya pada waktu bermain.
- Lemparan Bola ke Bawah
Dalam melakukan lemparan bola kasti teknik arah bawah, peganglah lebih dulu bola kasti menggunakan tangan kanan. Sama seperti teknik sebelumnya, arah pandangan harus fokus pada target lemparan. Badan harus dalam posisi tegak dan dilanjutkan dengan melempar bola ke arah bawah; latihlah cara ini berulang kali sampai benar-benar sempurna.
- Lemparan Bola Melambung
Dalam melakukan lemparan bola dengan teknik melambung, pegang bola kasti lebih dulu menggunakan tangan kanan. Seperti teknik lemparan lainnya, arah pandangan harus fokus pada target lemparan. Untuk teknik melempar secara melambung, badan harus dicondongkan agak ke belakang sebelum kemudian bola bisa dilemparkan ke atas yang membuat bola melambung. Supaya lebih ahli, latihlah cara melempar ini berulang kali.
- Teknik Memukul Bola
Selain teknik melempar, teknik memukul pun perlu untuk diketahui dan dipelajari dengan baik oleh setiap pemain kasti supaya tak hanya dapat melempar tapi juga ahli dalam memukul bola. Kemampuan memukul perlu dikuasai dengan baik dan berikut ini teknik-teknik yang perlu diketahui:
- Memukul Arah Mendatar
Dalam melakukan teknik memukul bola dengan arah mendatar, pastikan untuk membentuk sikap awal dengan berdiri tegak. Kaki sebelah kiri kemudian bisa diletakkan di depan sambil pemain memegang erat pemukul menggunakan tangan kanan. Arah datang bola harus selalu diperhatikan, lalu saat waktunya tepat pukul bola secara arah mendatar.
- Memukul Arah Bawah
Untuk teknik memukul bola ke arah bawah, pastikan untuk mengawalinya dengan sikap berdiri tegak. Kaki kiri kemudian diletakkan di depan sambil pemukul dipegang menggunakan tangan kananmu. Arah datangnya bola yang teman setim lemparkan harus terus diperhatikan dan kemudian bola tersebut bisa dipukul ke arah bawah.
- Memukul Arah Melambung
Dalam melakukan teknik memukul dengan arah melambung, berdiri tegak adalah sikap awal yang bisa dilakukan. Lanjutkan setelahnya dengan meletakkan kaki kiri di depan sambil pemukul dipegang menggunakan tangan kanan. Pandangan pemain harus fokus pada arah datang bola yang sudah teman setim lemparkan, lalu pukul bola dengan teknik arah melambung.
- Teknik Berlari
Pada permainan olahraga kasti pun perlu diketahui adanya teknik berlari di mana dalam permainan ini yang paling penting adalah berlari secara lurus atau berbelok-belok, keduanya penting untuk dikuasai dalam olahraga ini. Teknik ini sangat bermanfaat untuk tim pemukul dengan tujuan menghindari terkena hasil lemparan bola yang dilakukan tim penjaga.
Teknik berlari punperlu menjadi perhatian bagi para pemain kasti dan melatihnya secara serius dan berulang kali. Demi berlari secara cepat, maksimal dan mampu memperoleh nilai bagi tim, teknik satu ini perlu untuk dikuasai dengan baik. Namun, selalu hati-hati terhadap segala jenis cedera saat berlari ketika berlatih teknik berlari ini dan pastikan bahwa Anda berlatih bersama teman atau ada pelatih yang mendampingi.
- Teknik Menangkap Bola
Teknik selanjutnya yang juga wajib untuk diperhatikan, dipelajari dan dikuasai oleh pemain kasti adalah menangkap bola. Untuk menangkap, caranya tergantung dari arah bola yang datang. Sama seperti teknik lemparan dan pukulan sebelumnya, ada 3 teknik menangkap bola untuk disimak berikut ini.
- Menangkap Bola Mendatar
Dalam cara menangkap bola hasil lemparan atau pukulan mendatar, pemain perlu mengawali dengan posisi berdiri tegak di mana kaki kanan harus berada di depan. Pandangan fokus ke arah datang bola sambil membengkokkan siku di mana tangan juga berhadapan di dada sementara jari-jari bisa direnggangkan dan dilemaskan. Barulah setelah itu bola yang datang dapat ditangkap.
- Menangkap Bola Arah Bawah
Untuk teknik menangkap bola yang dilempar atau dipukul dari arah bawah, ambil posisi berdiri tegak dan kaki kiri harus ada di depan. Pandangan kemudian bisa diarahkan pada datangnya bola sambil kaki kiri bersiap-siap dengan menekuknya dan lutut kaki kanan menempel pada tanah. Kedua telapak tangan diletakkan di depan kaki kanan secara saling berhadapan dan siap menangkap bola.
- Menangkap Bola Melambung
Dalam menangkap bola yang dilempar atau dipukul dengan teknik melambung, berdirilah secara tegak sambil kaki kanan berada di depan. Pandangan kemudian bisa diarahkan pada datangnya bola lalu siku dibengkokkan sambil tangan dalam posisi berhadapan. Jari-jari tangan renggangkan dan lemaskan barulah siap menangkap bola.
Peraturan Kasti
Seperti halnya peraturan permainan baseball ataupun softball, kasti memiliki peraturannya sendiri juga untuk ditaati setiap pemain agar permainan dapat berjalan lancar. Peraturan-peraturan di bawah inilah yang perlu untuk dipahami oleh setiap calon pemain kasti.
- Lapangan – Untuk ukuran lapangan kasti yang asli, lebarnya haruslah 70 meter, panjang 40 meter, dan 10 meter untuk bagian ruang tunggunya.
- Wasit – Sama seperti peraturan sepak bola, bola basket dan olahraga lainnya, wasit adalah pemimpin dalam permainan kasti ini. Namun wasit tidaklah sendiri karena memiliki 3 orang penjaga garis yang membantunya berikut juga seorang pencatat waktu.
- Jumlah pemain – Untuk jumlah pemain di setiap regunya, harus ada 12 orang di mana salah satu pemainnya harus ada yang berperan sebagai kapten tim. Pemain seluruhnya wajib untuk menggunakan nomor dada dari 1-12 yang juga ditambah dengan pemain pengganti maupun cadangan 6 orang banyaknya.
- Waktu permainan – Permainan kasti dilaksanakan dalam 2 babak di mana tiap babak berdurasi 20-30 menit. Ada istirahat selama 15 menit diantara tiap babak.
- Tim penjaga – Tugas utama dari tim penjaga adalah mematikan lawan, yakni dengan cara melemparkan bola ke arah pemukul atau langsung menangkap bola yang tim pemukul lambungkan dengan cara memukul. Tugas lainnya adalah dengan menempati ruang bebas apabila dalam kondisi kosong, istilah untuk hal ini adalah ‘membakar’ ruang bebas.
- Tim pemukul – Tiap pemain kasti mempunyai hak untuk memukul sekali terkecuali pemain terakhir yang memiliki hak melakukan pukulan hingga 3 kali. Selesai memukul, pemukul wajib meletakkan alat pemukul di dalam ruang pemukul dan jika peletakannya di luar, pemain pun akhirnya tak akan memperoleh nilai, kecuali pemukul secepatnya dialihkan ke dalam ruang pemukul yang seharusnya.



